About Me

header ads

PEMAMFAATAN LABU KUNING SEBAGAI PANGAN ALTERNATIF


Indonesia merupakan negara Agraris, dengan lahan pertanian yang terbentang luas serta mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Tersedianya bahan pangan sehat bergizi dan seimbang menjadi salah satu alternatif yang perlu di kembangkan dalam pembangunan pertanian. Adanya upaya khusus pada peningkatan produksi Pajale (padi, jagung dan kedelai) dan membuahkan hasil positif, sekarang saatnya potensi pangan lokal juga perlu dikembangkan dan digalakkan.
            Pemerintah saat ini telah mencanangkan program diversifikasi pangan yaitu pola konsumsi pangan yang beranekaragam (penganekaragaman pangan). Selama ini masyarakat sangat ketergantungan dengan produk impor bersubsidi salah satunya yaitu tepung terigu. Oleh karena itu diperlukan suatu usaha yang dapat meminimalisasikan penggunaan tepung terigu dalam pengolahan bahan pangan (makanan). Salah satu bahan pangan lokal yang dapat dikembangkan menjadi produk olahan berbasis tepung adalah labu kuning.
            Labu kuning, mendengar namanya mengingatkan penulis akan sebuah pesta yang sering diadakan oleh masyarakat barat yaitu Halloween Party (pesta Halloween) yang identik dengan atribut labu kuning sebagai topeng.
            Labu kuning sendiri merupakan salah satu tanaman merambat dan berdaun lebat dengan massa produktifnya hanya berkisar 3-4 bulan. Labu kuning juga merupakan bahan pangan yang kaya akan vitamin A, B dan C, mineral serta Karbohidrat. Daging buahnya mengandung antioksidan. Antioksidan merupakan senyawa-senyawa yang dapat menghambat terjadinya proses oksidasi sehingga dapat mencegah terjadinya penyakit-penyakit degeneratif misalnya penuaan, kanker, diabetes dan katarak (Hendrasty, 2003). Dari keterangan diatas tentulah labu kuning mempunyai keistimewaan dan menjadi pangan alternative yang disukai banyak orang.

Melalui program Diversifikasi Pangan, Dinas Pangan Aceh Barat telah  memberikan bantuan kepada  KWT. Cempaka di desa Langung Kecamatan Meureubo yaitu berupa mesin pengolahan untuk mengolah bahan baku yang menjadi pangan alternative yaitu labu kuning menjadi produk olahan seperti roti, donat dan stik labu. Dengan adanya bantuan tersebut sangat membantu ibu-ibu yang tergabung didalam KWT tersebut untuk berinovasi dan dapat membantu meringankan beban keluarga.
Ibu-ibu KWT Cempaka memanfaatkan buah labu untuk dijadikan produk setengah jadi yaitu tepung labu. Selanjutnya tepung labu sebagai tepung komposit (campuran) dengan terigu dan diolah menjadi produk olahan jadi seperti roti maupun donat. Donat labu terbayang oleh penulis merupakan makanan yang berbentuk bulat dengan tengahnya yang berlubang atau sering kita sebut dengan istilah kue roda, tekstur dari donat ini sangat lembut dan rasanya maknyus.

Desa Langung Kecamatan Meureubo merupakan salah satu sentral produksi makanan tradisional. Beraneka ragam kue tradisional tersedia disana seperti Keukarah, kue sepet, bolu bhoi, dodol, meuseukat dan lain-lain. Semua ini menjadi alternative oleh-oleh bagi masyarakat jika berkunjung ke wilayah Barat. Belum pas rasanya apabila kita belum mencicipi kue Keukarah dengan secangkir kopi. Tentunya di wilayah Aceh Barat sangat terkenal dengan kopikhopnya ya....
Apabila anda penasaran dan ingin mencicipi kuliner tersebut, anda bisa menghubungi ibu Rosmeri, SP. Beliau merupakan penyuluh pertanian didesa Langung dan memiliki kepribadian yang smart. Nantinya beliau akan menjelaskan kepada anda berbagai produk olahan yang ada di wilayah tersebut.
Selamat menikmati dan semoga bermanfaat.........


Post a Comment

3 Comments