About Me

header ads

Sukses Budidaya Apel


Buah buahan merupakan komodias hortikulur selain sayur, tanaman hias, dan obat yang memiliki perana penting dalam pemenuhan gizi dan potensi ekonomi. Permintaan buah buahan berdasarkan proyeksi Bina Poduksi Tanaman dan Hortikultura menunjukan kenaikan sebesar 6,5% untuk periode tahun 2000 – 2005 dan di perkirakan akan menigkat 6,9%. Apel merupakan jenis tumbuhan buah-buahan sub tropis. Buah apel biasanya berwarna merah kulitnya jika masak dan (siap dimakan), namun bisa juga kulitnya berwarna hijau atau kuning. kulit  buahnya agak lembek, daging buahnya keras. Buah ini memiliki beberapa biji di dalamnya.
Orang pertama kali menanam apel di Asia tengah. Saat ini apel  berkembang di banyak daerah di dunia yang suhu udaranya lebih dingin.  Hama ilmiah pohon apel dalam  bahasa latin ialah Malus domestica. Apel budidaya adalah keturunan dari Malus sieversii asal Asia "engah, dengan sebagian genom dari Malus sylvestris (apel hutan / apel liar).

Klasifikasi ilmiah buah apel
Kerajaan              :  Plantae
Divisi      :  Magnoliophyta
Kelas     :  Magnoliopsida
Ordo                      :  Rosales
Famili    :  Rosaceae
Bangsa :  Maleae
Genus   :  Malus
Spesies                 :  Malus domestica

Buah apel sebagai salah satu buah buahan yang memiliki nilai impor yang tinggi di bandingkan dengan buah lainnya seperti anggur, pir, jeruk, dan lain lain. Di Indonesia, apel dapat tumbuh dan berbuah baik di daerah dataran tinggi. Sentra produksi apel di adalah Malang (Batu dan Poncokusumo) dan Pasuruan (Nongkojajar), Jatim. Di daerah ini apel telah diusahakan sejak tahun 1950, dan berkembang pesat pada tahun 1960 hingga saat ini.
Selain itu daerah lain yang banyak dinanami apel adalah Jawa Timur (Kayumas-Situbondo, Banyuwangi), Jawa Tengah (Tawangmangu), Bali (Buleleng dan Tabanan), Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Selatan. Sedangkan sentra penanaman dunia berada di Eropa, Amerika, dan Australia. Untuk di Aceh sentra penanaman buah apel ada di Takengon.


Vairetas apel yang digunakan digunakan di Indonesia
1.       Apel Manalagi
Memiliki rasa paling manis dari kelima jenis lainnya. Warna hijau kekuningan, aroma harum, tekdtur daging keras.

2.       Apel Rome Beauty
Kulit hijau bintik merah, bentuk sedikit bulat dengan lekukan bagian ujung relatif dalam. Daging buah sedikit keras tapi jika masak di pohon terasa lebih renyah. Sedikit masam. Dibuat sari apel

3.       Apel Granny Smith
Hijau bintik putih. Asam sangat cocok untuk jus apel.


4.       Apel Anna
Jenis apel eksotik karenaukurannya besar warna merah merona dengan semburat hijau. Rasa kombinasi asam manis. Daging lunak padat. Kulit tipis sehingga tidak tahan lama disiman


5.       Apel Wanglin
Hampir sama dengan granny. Warna hijau bintik hitam. Rasa manis segar. Hasil dari persilangan apel Manalagi dan buah pear. Tergolong langka karna jarang menanamnya.



Syarat Tumbuh
1. Iklim
Curah hujan yang ideal adalah 1.000-2.600 mm/tahun. Curah hujan yang tinggi saat berbunga akan menyebabkan bunga gugur sehingga tidak dapat menjadi buah.Tanaman apel membutuhkan cahaya matahari yang cukup antara 50-60% setiap harinya, terutama pada saat pembungaan. Suhu yang sesuai berkisar antara 16-27 derajat C. Kelembaban udara yang dikehendaki tanaman apel sekitar 75-85%.
2. Media Tanam
Tanaman apel tumbuh dengan baik pada tanah yang bersolum dalam, mempunyai lapisan organik tinggi, dan struktur tanahnya remah dan gembur, mempunyai aerasi, penyerapan air, dan porositas baik, sehingga pertukaran oksigen, pergerakan hara dan kemampuan menyimpanan airnya optimal. Tanah yang cocok adalah Latosol, Andosol dan Regosol. Derajat keasaman tanah (pH) yang cocok untuk tanaman apel adalah 6-7. Dalam pertumbuhannya tanaman apel membutuhkan kandungan air tanah yang cukup. Kelerengan yang terlalu tajam akan menyulitkan perawatan tanaman, sehingga bila masih memungkinkan dibuat terasering maka tanah masih layak ditanami.
3. Ketinggian Tempat
Tanaman apel dapat tumbuh dan berbuah baik pada ketinggian 700-1200 m dpl. dengan ketinggian optimal 1000-1200 m dpl.

Teknik Perbanyakan
Teknik perbanyakan tanmanan apel yang sering  digunakan adalah :
  1. Anakan
  2. Stek
  3. Rundukan
Perbanyakan dengan menggunakan benih tidak menjadi pilihan oleh produsen skala besar karena membutukan waktu yang lebih lama.
Apel di Aceh masih memiliki prospek yang cukup cerah karena, peminat buah apel masih sangat tinggi. Produksi apel di Aceh berada di Aceh Tengah. Kecamatan Linge dan Atu Lintang. Namun, saat ini hanya kecamatan Linge yang masih mengembangankan usahatani apel.
  Salah satu pentani apel sukses di Aceh Tengah   adalah Bapak Siswanto. Bapak Siswanto memulai peruntungannya di bidang bisnis apel ini pada tahun 2004. Beliau memulai usahanya dengan membawa 4 bibit apel dari malang, dan di perbanyak sendiri, menjadi 16 bibit, dan pada akhirnya beliau memilki lahan kebun apel seluas 1,5 hektar dengan pendapatan Rp 8 juta, pada setiap panen.
Menurut Bpk. Siswanto, pada tahun 2011 di Desa Linge sudah ada 134 batang apel yang dibudidayakan dan per batangnya menghasilkan 15 sampai 20kg. Namun, sulitnya mendapatkan bibit dan harga bibit yang mahal, sekitar Rp50.000 hingga Rp75000 menjadi kendala dalam usahatani apel.




Post a Comment

0 Comments