About Me

header ads

MANFAAT ARANG AKTIF DI LAHAN PERTANIAN




Arang aktif dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, dan hayati tanah. Arang aktif efektif dalam meningkatkan sifat fisik tanah seperti agregat tanah dan kemampuan tanah  mengikat air.  Pada tanah  berliat, arang aktif dapat membantu menurunkan kekerasan tanah dan mempertinggi kemampuan pengikatan air tanah, sehingga berpengaruh terhadap peningkatan aktivitas mikroorganisme tanah. Di dalam tanah, arang aktif memainkan peranan sebagai shelter atau rumah untuk mikroorganisme. 

        Pori-pori kecil pada karbon aktif digunakan sebagai tempat tinggal bakteri, sedangkan pori  besar dan retakan (cracks) digunakan sebagai tempat berkumpul (Ogawa 1994).

Penggunaan arang  aktif  di  lahan  sawah  dapat meningkatkan   jumlah   bakteri   dan bakteri fiksasi nitrogen (Azotobacter) di dalam tanah terutama di sekitar akar  tanaman pangan. Hasil penelitian di Jepang melaporkan bahwa lahan yang diberi arang aktif meningkatkan frekuensi bakteri fiksasi nitrogen sebesar 10-15% di Hokkaido dan Tohoku (Honshu Utara), 36-48%   di   Kanto   hingga   Chugoku  (Honshu  sebelah Timur-Barat), dan 59-66% di Kyusu (Ogawa 1994). Hasil kajian di Balingtan melaporkan bahwa arang aktif dari tempurung kelapa dan tongkol jagung meningkatkan populasi mikroba Citrobacter sp, Enterobacter sp, dan Azotobacter sp lebih tinggi pada pertanaman padi dibandingkan arang aktif dari sekam padi dan tandan kosong kelapa sawit, sedangkan arang aktif tongkol jagung pada pertanaman kubis dapat meningkatkan populasi mikroba Citrobacter sp, Pseudomonas sp, Serretia sp, Bacillus sp, Azotobacter sp, dan  Azospirrillium  sp. Beberapa  bakteri  tersebut termasuk bakteri pendegradasi pestisida dan penambat nitrogen.

Penggunaan  arang  aktif  dalam  budidaya tanaman pertanian dapat menurunkan residu pestisida dalam   tanah,   air,   dan   produk   pertanian.   Hasil penelitian  Balingtan  (2009),  Arang  aktif  (AA) tempurung kelapa di tanah pertanaman kubis dapat menurunkan residu insektisida klorpirifos di air hingga sekitar  50%,  sedangkan  AA  sekam  padi,  AA tempurung kelapa, AA tempurung kelapa pelapis urea , dan  zeolit  di  tanah  pertanaman  kubis  dapat menurunkan residu lindan di air hingga sekitar 50%. Penggunaan arang aktif dapat melalui beberapa cara antara lain melalui ameliorasi, pelapis urea, dan sebagai filter air inlet dan outlet (Fio) yang ditempatkan pada saluran air inlet dan outlet.

Penggunaan   arang   aktif   untuk   menurunkan residu pestisida dalam tanah dan produk pertanian mempunyai prospek yang menjanjikan. Penurunan residu pestisida berarti meningkatkan kualitas pangan sekaligus kualitas lingkungan, sehingga pangan  lebih aman dikonsumsi dan lebih menyehatkan manusia. Arang aktif juga dapat memperbaiki sifat fisik tanah, ketersediaan hara esensial bagi tanaman, dan meningkatkan populasi mikroba yang menguntungkan bagi  kesuburan  tanah.

Post a Comment

0 Comments