About Me

header ads

SANG PEMBENAH BAGI TANAH YANG TERDEGRADASI



Di bidang pertanian, biochar terutama berfungsi untuk menurunkan kemasaman tanah dan meningkatkan ketersediaan hara serta mengikat hara supaya tidak mudah hanyut dibawa air. Misalnya, pada lahan dengan kemasaman tinggi atau pH sekitar 3-5 bila diberi biochar maka pH akan meningkat sehingga tanaman bisa tumbuh dengan baik. Bila diberikan di daerah yang kurang air atau hujannya hanya sedikit, biochar dapat mengikat air yang terbatas tersebut sehingga lebih tersedia bagi tanaman.

Arang atau biochar sebenarnya sudah sejak lama dikenal masyarakat sebagai sumber energi (bahan bakar dan sumber panas). Namun belum dikenal sebagai pembenah tanah yang sangat berguna bagai tanah. Pertanian Indonesia menghasilkan limbah berupa tempurung kelapa, sekam padi, kulit buah kakao, tempurung kelapa sawit, tongkol jagung, batang singkong dan lainnya. Limbah tersebut tidak seluruhnya dapat dikonversi menjadi biochar. Dalam proses pembuatan arang yang dikenal masyarakat dengan biochar yang berfungsi sebagai pembenah. Biochar diproduksi melalui pembakaran tidak sempurna, bukan dibakar sempurna.

Pemberian biochar dapat dilakunan dengan cara disebar, dilarik (jalur tanaman) secara merata, dan dibenam ke lubang tanam. Aplikasi dengan cara disebar, biochar dibenamkan bersamaan dengan pengolahan tanah terakhir. Bila diaplikasikan secara larikan di jalur lubang tanam, biochar ditutup dengan tanah sebelum dilakukan penanaman. Aplikasi dengan cara disebar lebih praktis, namun risiko terangkut aliran air pada saat hujan lebih tinggi. Sementara Aplikasi secara larikan atau pada lubang tanam membutuhkan tenaga kerja yang lebih banyak.

Selama ini bahan pembenah tanah yang digunakan petani umumnya pupuk kandang, kompos, dan biomas tanaman yang cepat melapuk dan pengaruhnya hanya bersifat sementara. Biochar merupakan pembenah tanah alternatif yang potensial untuk memperbaiki lahan yang telah terdegradasi. Biochar dapat bertahan lama di tanah karena proses dekomposisi berjalan lambat dan tahan terhadap mikroorganisme.

Biasanya petani hanya membuang limbah pertanian, membiarkan di lahan, dibakar atau untuk pakan ternak dan mulsa. Limbah pertanian sebenarnya sangat potensial dimanfaatkan sebagai biochar untuk meningkatkan kesuburan tanah. Bagi petani, pemberian biochar secara bertahap setiap musim mungkin lebih dianjurkan karena lebih memungkinkan mengingat ketersediaan limbah pertanian sebagai bahan baku di lapangan.


Post a Comment

0 Comments